Categories
Bisnis

Cara Packing Menggunakan Kayu yang Baik dan Benar

Packing kayu telah sekian tahun jadi senjata baik buat mereka yang ingin mengirimi barang pecah iris dengan aman. Apa lagi jaman saat ini beberapa orang telah terlatih lakukan pengangkutan beberapa barang pecah iris dengan nilai barang yang tinggi, seperti barang electronic, perhiasan, kreasi seni, furniture, dan lain-lain. Meskipun volume dan berat barang akan membesar, tetapi perlindungan yang dijajakan membuat orang ikhlas bayar harga ongkos kirim tambah mahal dibanding tidak memakai packing kayu.

Nah rupanya ada banyak orang yang belum pahami langkah membuat packing kayu, meskipun sebenarnya packing kayu telah banyak dipasarkan oleh beberapa toko online. Tetapi jika kamu mempunyai kayu-kayu yang tidak kepakai, tidak ada kelirunya bila kamu membuat packing kayu sendiri dari kayu-kayu itu.

Untuk kamu yang belum pahami langkah membuat packing kayu, kamu harus baca terus artikel ini. Masalahnya dmxmover akan memberinya beberapa cara komplet buat kamu yang ingin membuat packing kayu dengan benar dan baik. Yok langsung kamu ikutin saja deh langkah-langkah di bawah ini! Cara Packing Paket Menggunakan Kayu

1. Hitung Panjang, Lebar, dan Volume Barang

Sebelum memulai lakukan packing kayu, kamu harus hitung volume barang dimulai dari panjang, lebar, dan tingginya. Cara ini dibutuhkan untuk ketahui berapakah volume paket supaya kamu dapat mempersiapkan kayu sama ukuran yang tepat.

Yakinkan konsumen setia kamu telah menyepakati harga ongkos kirim yang ditanggung jika memakai packing kayu, karena volume dan berat paket bertambah dan memengaruhi harga ongkos kirim yang ditanggung oleh faksi ekspedisi. Nach bila kamu jual barang sama ukuran yang hampir serupa keduanya seperti smartphone dan netbook. Kamu dapat mempersiapkan packing kayu dalam jumlah yang banyak, hingga kamu tak perlu membuat packing kayu lebih dulu saat sebelum mengirimi paket.

2. Buat Kayu Seukuran dengan Barang Tersebut

Siapkan kayu yang hendak dipakai untuk membuntel paket. Potong sesuai ukuran paket, tetapi lebihkan sedikit sekitaran 1-3 agar ada ruangan untuk dihubungkan dengan kayu pada segi yang lain. Kamu dapat membuat kayu di bagian atas dan bawah lebih dulu, atau pada permukaan paling lebar dari paketnya. Sesudah sisi atas dan bawah dibikin, hubungkan beberapa sisi yang lain dengan paku supaya semakin kuat.

Pakai paku yang tidak begitu panjang supaya paku tidak tembus kardus pembungkus paket. Kerjakan cara ini dengan penuh kehati-hatian, karena ada beberapa resiko yang dapat terjadi seperti paket hancur, tangan cedera terserang paku atau serpihan kayu, dan lain-lain.

3. Beri Bubble Wrap

Sebelum diproteksi oleh kayu, kamu dapat menambah bubble wrap lebih dulu. Agar permukaan kayu tidak langsung sentuh kardus pembungkus barang dan tidak membuat penyok saat terbentur. Atau kamu bisa juga menambah bubble wrap pada segi paling luar untuk memproteksi paket yang telah terbungkus oleh packing kayu.

Permukaan kayu yang tajam dan kasar beresiko bisa mencederai tangan kamu dan seseorang saat menggenggamnya. Hingga pemakaian bubble wrap bukan hanya membuat perlindungan paket kamu dari bentrokan, tetapi dapat membuat perlindungan beberapa orang. Pada pemakaian bubble wrap jangan sampai terlampau tebal, bikinlah 3-5 lapis supaya volume paket tidak membesar.

4. Minta atau Beri Tanda Fragile

Walaupun kamu telah lakukan cara protektif dengan memakai packing kayu untuk memproteksi paket, kamu harus juga minta atau memberinya pertanda fragile pada paket yang ingin dikirim. Pertanda fragile bermanfaat agar petugas ekspedisi ketahui jika paket yang kamu kirimkan ialah barang pecah iris, hingga mereka semakin lebih waspada pada paket yang mempunyai pertanda itu.

Disamping itu, kamu bisa juga memberinya pertanda status untuk memperlihatkan mana sisi atas dan bawah dari paket yang kamu kirimkan. Karena ada barang-barang memiliki ukuran besar yang jangan ditempatkan pada keadaan kebalik pada waktu lama, misalkan seperti TV, dispenser, kulkas, dan sebagainya.

5. Tulis Alamat dan Nama Penerima yang Jelas

Besarnya negara ini tidak tutup peluang ada alamat rumah yang serupa, apa lagi bila alamat yang ditulis tidak komplet. Sebagai penjual, kamu dianjurkan untuk minta alamat yang paling komplet jika konsumen setia kamu tidak memberinya alamat yang komplet.

Alamat yang tidak komplet benar-benar beresiko membuat paket yang dikirimkan tidaklah sampai atau salah alamat, hingga bisa menyusahkan kamu, customer, dan faksi ekspedisi. Yakinkan ada code pos untuk tiap alamat customer kamu, karena code pos bisa mengenali dusun/kelurahan, kecamatan, dan kota/kabupaten. Agar semakin detil, yakinkan ada RT/RW, nomor rumah, dan dasar bila dibutuhkan.

6. Kirimkan Paket Sesuai waktu yang Ditentukan

Ketepatan waktu adalah salah satu hal yang paling jadi perhatian oleh konsumen setia, karenanya kamu harus mengirimi paket sesuai saat yang ditetapkan. Bila kamu berbisnis memakai marketplace, ada waktu durasi mulai dari konsumen setia pesan sampai kamu mengirim barang. Nach pastikanlah kamu langsung mengirim barang yang diminta saat sebelum waktu durasi yang diberi habis. Umumnya konsumen setia inginkan durasi waktu pengangkutan untuk yang beberapa barang yang mereka membeli, hingga kamu harus pilih Anteraja sebagai ekspedisi pengangkutan untuk mengirim barang-barang yang kamu jual.

Leave a Reply