Categories
Serba Serbi

5 Dampak Nikah Siri Untuk Istri dan Anak, Banyak Ruginya

Meski sebagian kalangan melihat sah secara agama, realitasnya nikah siri tidak dipandang oleh negara. Menyebabkan, ada banyak risiko yang penting ditanggung. Kejadian nikah siri atau nikah di bawah tangan masih ramai terjadi.

Walaupun sebetulnya, walaupun dilihat sah di mata agama, sebetulnya pernikahan siri membawa beberapa risiko, terutamanya untuk pihak istri dan anak. Lantas, apa dampak nikah siri yang penting benar-benar dianggap?

Menikah secara siri kerap dilaksanakan sebagai jalan pintas atau alternatif. Misalnya, di barisan masyarakat yang baru memulai hukum dengan keterbatasan ekonomi, pernikahan ini menjadi pilihan karena disaksikan lebih mudah dan cepat.

Tapi tidak selama-lamanya di barisan masyarakat kelas bawah, kita tentu sering dengar bagaimana nikah siri dipakai beberapa aktor pejabat atau pegawai negeri sipil agar dapat mudah kerjakan poligami. Sayang, beberapa wanita yang ujungnya harus menjadi korban dari praktek seperti ini.

Walaupun kelompok-kelompok melihat pernikahan type ini sah di mata agama Islam, realitasnya nikah siri tidak dipandang oleh negara. Dalam kata lain, tidak memiliki kekuatan hukum yang bisa mengikat. Golongan pria peluang langsung tidak rasakan dampak dari persoalan legalitas pernikahan itu.

Sebaliknya, wanita atau istri dan anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan siri jelas jadi pihak yang paling dirugikan. Berikut imbas nikah siri untuk istri dan anak yang di langsir dari Jasa Nikah Siri Jakarta :

1. Pernikahan Dianggap Tidak Pernah Ada oleh Negara

Masalah pertama kali dalam pernikahan siri adalah tidak ada akta perkawinan. Jelas, ini ada karena pernikahan itu tidak tercatat di KUA. Akta perkawinan adalah bukti telah berjalannya atau berjalannya perkawinan.

Nah, tiadanya bukti ini yang menyebabkan anak atau istri dari perkawinan siri tidak memiliki legalitas di muka negara. Karena itu perkawinan siri memang sah secara agama. Tetapi, tidak memiliki kekuatan hukum dan karenanya dilihat tidak sempat ada pada catatan negara.

2. Status Anak Disamakan dengan Anak Di luar Nikah

Selanjutnya imbas pada status anak yang dilahirkan. Karena itu, jika Parents ingin menyelamatkan hak-hak anak di masa depan, nikah siri semestinya tidak jadi pilihan. Berdasarkan Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan jo. Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010 tanggal 17 Februari 2012 berkenaan Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan, anak yang lahir dari perkawinan siri disamakan statusnya dengan anak luar kawin.

Menyebabkan, anak yang dilahirkan di luar perkawinan sah secara negara hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. Dengan begitu, dalam akta kelahiran anak hanya tercantum nama ibu.

Jika ingin menamai ayahnya dalam akta kelahiran, diperlukan penetapan pengadilan sebagai bentuk pengakuan anak itu oleh ayahnya. Anak itu baru bisa mendapat hubungan perdata dengan lelaki sebagai ayahnya jika dapat diperlihatkan berdasarkan pengetahuan dan pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lainnya sah menurut hukum.

3. Suami Tidak Berkewajiban Memberi Nafkah

Legalitas pernikahan tidak bisa dilihat sepele ya, Parents. Permasalahannya hal tersebut dapat banyak punya pengaruh pada faktor-faktor kehidupan anak dan istri. Status anak dan istri yang tidak dipandang di muka hukum seterusnya membawa permasalahan baru.

Secara hukum, suami tidak punya kewajiban untuk memberinya nafkah. Jika setiap waktu suami pergi begitu saja dan tidak teruruskan anak istri, karenanya si istri akan sulit menuntut dan menuntut hak atas si dia dan anak-anak.

4. Istri dan Anak Tidak Memiliki hak Waris

Tak cuma soal nafkah, pasangan dan anak dari hasil pernikahan siri tidak punya status yang sah di mata hukum untuk mendapatkan hak waris. Berdasarkan pasal 43 ayat (1) UUP jo. pasal 100 Kombinasi Hukum Islam (KHI) tidak mempunyai hak mewarisi dari ayahnya. Karena, sang anak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya.

5. Mempengaruhi Kondisi Psikologis Anak

Seperti yang sudah disebutkan awalnya, status anak harus menjadi concern saat memutuskan untuk lalui pernikahan secara siri. Misalnya, karena dalam akta kelahiran anak tidak tercantum nama ayahnya, anak ini seterusnya terasa berbeda. Tanpa dianggap ini bisa memengaruhi kondisi mental anak. Tidak tutup kesempatan jika berekor dengan dugaan anak bila kehadirannya yang diharap.

Leave a Reply