Categories
Serba Serbi

Penting, Ini Urutan Wali Nikah Dalam Hukum Islam

Ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi dengan seorang menjadi wali nikah. Selainnya ayah dari mempelai wanita, ada juga beberapa famili yang lain menjadi wali nikah.

Salah satunya rukun nikah yang harus disanggupi supaya perkawinan dipastikan syah ialah ada wali yang menikahkan mempelai wanita. Tiadanya wali nikah jadikan acara pernikahan itu gagal dan dipandang tidak syah. Hal ini berlaku dalanm pernikahan siri atau pun pernikahan resmi.

Disampaikan olej Jasa Nikah Siri Solo , wali nikah ini adalah syarat penting dalam pernikahan yang meraka bantu. Sedangkan kehadiran wali tersebut kadang bisa diwakilkan oleh wali hakim jika memang tidak bisa dihadirkan ditempat.

Wali nikah, seperti dikutip dari NU Online, ialah panggilan untuk faksi lelaki dari keluarga wanita yang bekerja memantau kondisi dan keadaan mempelai dalam acara perkawinan. Perwalian, secara syariat sebagai pengucapan pada seseorang dan pemantauan atas kondisi sang wanita yang dinikahkan.

Pemenuhan rukun nikah untuk datangkan wali ini ditunjuk dari hadis yang diriwayatkan oleh Jabir, jika Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak [sah] pernikahan terkecuali dengan wali yang berpikiran dan adil,” (H.R. Ahmad).

Disamping itu, tidak sembarangan orang memiliki hak jadi wali nikah. Ada pula posisi yang perlu disanggupi secara hierarkis. Misalkan, lelaki yang paling memiliki hak jadi wali nikah ialah ayah mempelai wanita. Bila ayah tidak dapat atau mungkin tidak penuhi ketentuannya, baru dapat diganti dengan wali nikah lainnya sama sesuai posisi yang berjalan.

Urutan Wali Nikah Dalam Islam

Dalam “Posisi Wali dalam Pernikahan: Study Pertimbangan Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Prakteknya di Indonesia” yang termuat di jurnal Al-‘Adalah, Rohmat (2011) tuliskan posisi wali nikah yang berjalan sama sesuai syari’at Islam ialah seperti berikut:

Ayah

Kakek

Saudara lelaki satu ayah satu ibu (sekandung)

Saudara lelaki satu ayah

Anak lelaki dari saudara lelaki sekandung

Anak lelaki dari saudara lelaki satu ayah

Paman sekandung

Paman satu ayah

Anak lelaki dari paman sekandung

Anak lelaki dari paman satu ayah

Wali hakim.

Posisi wali nikah di atas diambil dari nasab (lajur turunan) dari faksi ayah, dan bukan saudara satu ibu. Pernikahan seorang wanita tidak syah terkecuali dinikahkan oleh wali yang dekat dari lajur turunan itu. Bila tidak ada, karena itu kondisi ini diampu oleh wali jauh, apabila tetap tidak ada, karena itu mempelai dinikahkan oleh penguasa atau wali hakim.

Wali hakim jadi berlaku saat semua posisi di atas tidak dapat disanggupi kembali karena penyebab tertentu. Misalkan, tidak penuhi persyaratan jadi wali nikah. Bagaimana juga, tidak seluruhnya orang menjadi wali dalam pernikahan, terkecuali penuhi persyaratan-syaratnya.

Oleh karenanya, Kantor Masalah Agama (KUA) juga umumnya merekomendasikan untuk memprioritaskan wali nasab di atas, saat sebelum memilih untuk memakai jasa wali hakim dari KUA.

Ini tercantum dalam ketentuan pasal 23 ayat 1 dan 2 KHI: “Wali hakim baru bisa bertindak selaku wali nikah jika wali nasab tidak tidak ada atau ada kemungkinan mendatangkannya atau tidak dikenali rumahnya atau gaib atau adlal atau malas. Dalam soal wali adlal atau malas, karena itu wali hakim baru bisa bertindak selaku wali nikah sesudah ada keputusan Pengadilan Agama mengenai wali itu. “

Syarat Menjadi Wali Nikah

Seperti sudah diterangkan di atas, ada beberapa persyaratan yang perlu disanggupi seorang untuk menjadi wali nikah. NU Online merilis lima persyaratan yang perlu tercukupi supaya seorang pantas jadi wali nikah.

Pertama, memeluk agama islam. Seorang wali nikah sebaiknya muslim. Oleh karenanya, bila dia kafir, karena itu pernikahan tidak syah, terkecuali dalam kondisi-keadaan tertentu.

Ke-2 , balig. Persyaratan seterusnya wali nikah harus balig dan cukup usia. Maknanya, wali nikah itu dapat bertanggungjawab untuk masalah seseorang, terhitung menikahkan wanita perwaliannya.

Ke-3 , berpikiran sehat, yang maknanya, tidak alami masalah jiwa, tidak mabok, dan sadar atas kasus yang dia lakukan.

Ke-4, lelaki. Lewat syarat ini, karena itu pernikahan dipandang tidak syah jika wali nikah sejenis kelamin wanita atau seorang yang berkelamin double.

Ke-5, adil, yang maknanya dapat jaga diri, kehormatan, dan martabatnya. Kontradiksi dari orang yang adil ialah fasik.

Leave a Reply