Categories
Serba Serbi

7 Syarat dan Cara Nikah Siri di Indonesia, Sudah Paham Belum?

Syarat dan ketentuan Nikah siri atau kerap disebutkan nikah balik tangan, jadi tutorial untuk kamu yang akan langsungkan pernikahan Siri atau bisa menyewa jasa nikah siri. Nikah Siri ialah pernikahan yang tidak dicatat oleh Kantor Masalah Agama (KUA) dan tidak berkekuatan hukum, namun tetap dipandang syah dalam tuntunan agama Islam.

Namun, bukan asal sah, ada tujuh ketetapan dan persyaratan yang perlu disanggupi saat sebelum lakukan nikah siri. Ingin tahu? Berikut langkah dan persyaratan nikah siri yang perlu kamu kenali!

1. Calon mempelau harus memenuhi lima rukun nikah

Pernikahan siri dipandang syah di mata agama Islam bila penuhi lima rukun nikah yakni ada mempelai pria, mempelai wanita, wali nikah, 2 orang saksi, dan disampaikannya ijab kabul. Tapi tidak hanya hanya itu, selainnya rukun nikah ada banyak ketetapan yang perlu disanggupi supaya pernikahan siri dipandang syah. Baca point berikutnya.

2. Bagi calon mempelai pria tidak boleh memiliki empat istri

Jika mempelai pria sudah mempunyai istri lain saat sebelum lakukan nikah siri, karena itu jumlah istrinya harus kurang dari 4. Disamping itu, seharusnya mempelai pria sudah minta ijin atau memberitahu niat pernikahan sirinya ke istri sebelumnya.

3. Wali dari mempelai wanita telah memberikan izin

Untuk mempelai wanita, pernikahan siri dipandang syah jika dia telah mendapatkan ijin dari wali yang syah. Wali yang khusus ialah ayah kandungnya, tetapi jika sudah tidak ada dapat diganti oleh saudara lelaki sekandung atau saudara lelaki dari faksi ayah.

4. Nikah siri tidak boleh dilakukan secara sembunyi-sembunyi

Meski tata triknya lebih sederhana daripada pernikahan sah yang dicatat oleh KUA, nikah siri tidak dikenankan dikerjakan secara diam-diam dari keluarga mempelai wanita. Apa lagi bila wali syahnya masih hidup, pemilihan wali hakim jangan dilaksanakan secara asal-asalan. Jika pada keadaan menekan wali syah tidak bisa menikahkan, karena itu pemilihan wali hakim penting dipahami dan atas izin wali syah.

5. Nikah siri tidak dilakukan secara terpaksa

Penting untuk jadi perhatian nih, pernikahan siri jangan dilaksanakan secara mau tak mau. Apa lagi status pernikahannya tidak mempunyai pelindungan hukum, hingga resiko yang kemungkinan terjadi di masa datang dapat semakin besar.

6. Tidak dilakukan dalam keadaan ihram atau umrah

Syarat lain yang harus disanggupi supaya pernikahan siri dah di mata agama Islam ialah tidak dilaksanakan pada kondisi berhaji atau umrah. Bila ingin langsungkan pernikahan di tanah suci, karena itu kerjakan saat sebelum atau sesudah beribadah haji dan umrah.

7. Status pernikahan siri tetap tidak sah di mata hukum

Setelah semua rukun nikah dan persyaratan syah tercukupi, ke-2 mempelai yang putuskan menikah secara siri harus tetap mengetahui jika status perkawinan mereka tidak syah di mata hukum. Pernikahan mereka tidak terdaftar di Kantor Masalah Agama, dan dapat berpengaruh pada beberapa dokumen negara yang berkaitan seperti ktp, kartu keluarga, sampai akte kelahiran anak nantinya.

Leave a Reply