Categories
Serba Serbi

4 Merk Kuliner Tua Yang Masih Bertahan Ditengah Arus Globalisasi

Kekhasan dari kulineran Nusantara memang buat rindu. Apa lagi jajan nikmat yang telah sangat jarang, atau bahkan juga tidak lagi diketemukan. Tetapi, dari jumlahnya produk yang sudah lenyap, masih tetap ada kulineran di Indonesia yang masih tetap bertahan dan masih tetap diunggulkan oleh beberapa kelompok. Seperti merk kulineran paling tua berikut ini. Apa, ya?

1. Sirup Tjampolay

Sirup yang berumur puluhan tahun jumlahnya banyak. Diantaranya Sirup Tjampolay yang dibuat di Cirebon. Sirup ini pertama ada pada tahun 1936, saat sebelum Indonesia merdeka. Sampai sekarang ini telah tiga generasi yang mengurus perusahaan itu.

Dari tahun ke tahun, pengembangan sirup ini tidak pernah stop. Dari yang awalannya cuman tiga variasi, sekarang telah lebih dari 5 tipe rasa yang laku manis di pasar. Bagaimana, Rekan Pelancong ada yang telah coba?

2. Kecap Bango

Kecap Cap Bango memang punya PT Unilever. Tetapi, mereka kecap satu ini terhitung paling tua di Indonesia.

Saat sebelum diambil pindah oleh PT. Unilever, Cap Bango menjadi industri rumah tangga semenjak tahun 1928 di wilayah Benteng,Tangerang. Tetapi, saat itu brand-nya namanya Bango. Walau sudah bertukar pengurus, namanya masih dikenali. Bahkan juga semakin terkenal sebagai menambah rasa kulineran Indonesia.

3. Ting Ting Jahe

Bila oleh-olehan Cirebon berbentuk sirup, lain kembali dengan Pasuruan. Kota elok di Jawa Timur ini populer dengan ting-ting jahenya. Permen pedas manis dengan rasa jahe yang beri kesegaran.

Tidak banyak yang mengetahui, permen warna kuning kecokelatan ini telah ada semenjak jaman Belanda. Persisnya di tahun 1935 dan sudah dipasarkan sampai ke Hongkong, Australia, Amerika, Inggris dan Jerman. Tidak cuman legendaris, tetapi juga dianggap dunia, ya!

4. Teh Cap Botol

Produk teh dengan paket cantik banyak memang. Tetapi, yang legendaris seperti Teh Cap Botol tetap diunggulkan. Yup, merk satu ini telah ada semenjak tahun 1940 loh. Pemroduksinya sekarang ini ialah PT Gunung Slamet Slawi. Masih memakai paket kertas dengan supremasi warna hijau, wewangian teh ini harum sekali. Didalamnya berbentuk daun teh kering dan sedikit tangkai. Nach, teh ini bukan hanya mempunyai wewangian kuat, tetapi juga rasa yang cocok dan tidak pahit.

Sudah mengetahui kan beberapa merk kulineran paling tua di Indonesia. Bagaimana, telah coba semua kan? Sampaikan di komentar ya.

Leave a Reply