Categories
Serba Serbi

10 Ciri-Ciri Website User Friendly

Buat website asal-asalan bukan taktik baik untuk meningkatkan usaha online. Untuk kuasai dunia online, Anda pun perlu web user-friendly. Ada beberapa faedah yang dapat diperoleh dari web user-friendly.

Jika Anda punyai toko online, situs user-friendly menolong Anda mendapatkan cuan bisa lebih cepat. Karena, web mempermudah pengunjung memperoleh barang yang diharapkan. Bagi Anda yang ingin tau cara membuat sitemap dengan benar, bisa simak di artikel kami selanjutnya.

Begitupun dengan web portofolio, company profil, dan website individual. Faktor user-friendly menolong pengunjung memperoleh info yang diperlukan. Sampai pada akhirnya peluang kerja sama dapat bisa lebih cepat didapat.

1. Mudah Diakses

Situs yang user-friendly harus gampang dijangkau. Ada dua langkah pastikan web Anda dapat dijangkau dengan gampang, yakni server uptime dan nama domain.

Pertama, terkait dengan server uptime. Web yang user-friendly umumnya abonemen paket situs hosting dengan agunan uptime yang tinggi. Perform jenis ini membuat web selalu online. Plus, tidak ada kembali tulisan “Bandwidth Limit Exceeded” ada di halaman situs.

2. Cepat Diakses

Jajaran website ternama tidak pernah meremehkan kecepatan websitenya. Itu sebab mereka yakin waktu ialah uang.Setiap detik yang dihabiskan untuk menanti loading web, dapat membuat mereka rugi bandar. Dalam satu survey, web lemot membuat usaha ritel tidak untung £1,73 juta atau Rp30 miliar setiap tahunnya.

Itu mengapa, beberapa pemilik toko online yang membuat situsnya secepat-cepatnya. Jika perlu perlu dua detik untuk loading situs secara prima. Karena itu, umumnya mereka akan lakukan banyak hal untuk capai kecepatan loading yang fenomenal.

3. Struktur Website Jelas

Struktur website tidak kalah penting untuk pemakai. Susunan web yang pasti menolong pemakai menelusuri situs dengan gampang. Apa lagi jika satu situs mempunyai banyak content.

Untuk penuhi predikat user-friendly, content web perlu diatur ke dalam kelompok atau sub-kategori yang tepat. Kelompok itu perlu ditata kembali ke dalam kelompok-kelompok seperti menu.

4. Menu Navigasi yang Efektif

Navigasi situs punyai jalinan kuat dengan susunan situs. Jika susunan situs ialah kamar-kamar tempat menyimpan content, navigasi situs ialah pintu pembuka kamar-kamar itu.

Masih menggunakan analogi pintu. Situs dapat disebut user-friendly saat dapat menyimpan pintu yang pas untuk tiap content. Jadi saat pengunjung masuk di satu pintu, mereka langsung bisa mendapati yang mereka ingin.

5. Link yang Mudah Dikenali

Link tidak dapat dibagi dari faktor user-friendly. Intinya, sebab dia masih satu paket dengan susunan dan navigasi situs. Link di situs penting bukan sebatas sebab bisa di-click.

Link di web digunakan untuk arahkan pengunjung ke beberapa konten lain dalam situs (intern linking). Selain itu, link digunakan untuk menambahkan keterkaitan content lewat back-link.

6. Judul Konten dan URL Unik

Judul content dan URL ikut juga tentukan tingkat user-friendly satu web. Ke-2 nya juga sama-sama terkait. Baiknya, judul harus dapat sebagai wakil isi content secara tepat. Langkah termudah dengan menyimpan keyword di judul content.

Baru kemudian terserah bagaimana model tulisan judulnya. Ingin gunakan judul yang berlebihan ala-ala clickbait atau judul sederhana ala-ala koran. Semua bisa asal judul content tidak menipu pembaca.

Sesudah judul, URL perlu ditata supaya bisa user-friendly. Baiknya, URL atau slug dibikin singkat dan berisi keyword khusus. Dengan ini, pemakai dapat menuliskan URL dengan cepat ke address bar.

7. Konten yang Runtut dan Mudah Dibaca

Kualitas konten tidak dapat diremehkan jika ingin membuat web user-friendly. Toh, apakah arti web saat isinya amburadul. Ya, kan? Langkah paling mudah pastikan content bermutu ialah dari formasi infonya.

Formasi info dapat menolong pembaca pahami content secara gampang. Karenanya, biasanya, beberapa website dan agen media menggunakan mode piramida kebalik.

Piramida kebalik menyimpan info paling utama di sisi awalnya tulisan. Baru kemudian dituruti detil simpatisan. Misalkan seperti data, cuplikan, narasi, dan lain-lain. Dibagian akhir, ada penyelip info menarik atau yang terkait dengan tema khusus.

8. Skema Warna yang Pas

Warna ialah sisi penting dalam faktor user-friendly. Gabungan warna yang cocok dapat membuat pengalaman terhubung web jadi membahagiakan.

Umumnya web adopsi warna putih selaku pola warna menguasai. Ini bukanlah tanpa argumen. Menurut penelitian, white ruang di web dapat tingkatkan rekam jejak dan keyakinan pada suatu usaha.

Dari segi design, supremasi warna putih dapat menunjukkan object tertentu. Itu kenapa web toko online, selalu jadikan warna putih selaku latar photo produk. Sebab dengan demikian, produk yang dipasarkan terlihat lebih menarik perhatian.

9. Tampilan yang Sama di Berbagai Browser

Tampilan browser berpengaruh ke pemakainya. Kabarnya, tiap mesin perayap dibikin dengan code detil. Itu argumennya kenapa penampilan di satu browser dapat lain dengan yang lain.

Ketidaksamaan berikut yang penting dikurangi oleh pemilik situs. Ingin browser apa yang digunakan, penampilan dan user-experience jangan berbeda jauh. Dengan demikian, tiap pengunjung punyai pengalaman menelusuri situs yang serupa asyiknya.

10. Call To Action yang Jelas

Seperti kalimat pembuka di atas. Arah akhir membuat web user-friendly ialah mendapatkan cuan. Jadi, mustahil jika faktor decision dalam pemasaran funnel tidak diulas.

Komponen tersimpel paling penting yang diartikan adalah call-to-action (CTA). Tombol kecil ini memperlihatkan hal apa yang sesungguhnya pengin diraih pemilik situs.

Entah itu ajak user ke halaman tertentu, arahkan pemakai isi form, atau memerintah pemakai beli produk. Walau sederhana dan kecil, bukan bermakna CTA dapat dibikin asal-asalan. CTA seharusnya dibikin sejelas dan semenarik mungkin.

Leave a Reply